“Buang jauh-jauh jika
kalian masih berpikiran bahwa kreatifitas hanya dimiliki oleh orang yang
berprofesi seniman. Kreatif adalah hak untuk semuanya, yan kaya, yang miskin,
tua, muda, entrepreneur, akuntan,
tentara, hingga pengangguran. Jangan merasa bahwa kamu tidak kreatif. Sejatinya
kreatifitas sudah mengendap di setiap insan manusia, tetapi malas untuk
dikeluarkanatau tidak tahu cara memanggilnya.”
Wahyu Aditya,
yang lebih dikenal dengan sapaan Wadit, seorang Digital Artist yang
mendefinisikan dirinya sebagai seorang aktivis dalam animasi dan desain. Dia
adalah pendiri dari Sekolah HelloMotion untuk Animasi & Kreativitas. Sejak
tahun 2004 lulusan HelloMotion sudah
lebih dari 1000 siswa. Waditya juga mendirikan HelloFest, sebuah
festival pop culture yang terdiri dari 25 kategori, salah satunya film pendek dan animasi yang
setiap tahun menarik lebih dari 10.000 penonton muda dan profesional,
menampilkan setiap tahun lebih dari 250 animasi pendek lokal baru dan bertujuan
kembali menampilkan tren animasi internasional untuk mendidik dan menginspirasi
animator dan penonton. Selain itu, ia mengembangkan sebuah toko pakaian online
bernama KDRI, menjual t shirt nasionalis yang dikombinasikan desain modern
dengan sentuhan Indonesia.
Dengan
ketekunannya itu di bidang animasi dan desain dia berhasil meraih banyak
penghargaan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,
salahsatunya dalam Asiana Film Festival
dan Jakarta International Film Festival pada 2005. Berikut petikan wawancara
khusus reporter Manunggal, Irzal
Adiakurnia bersama Wahyu Aditya usai mengisi seminar nasional “Enfution” beberapa waktu lalau.
Apa devinisi kreatif
menurut mas Wahyu Aditia ?
Buat saya kreatif itu mecam-macam ya, ada yang bilang kreatif
itu temannya kegagalan, kreatif itu cara pertahan hidup, kreatif itu cara
berfikir yang beda. Jadi memang kita itu mendefinisaikan kreatif berbeda-beda.
Tapi buat saya kreatif itu juga modal saya untuk menjawab pertanyaan di masa
depan.
Apakah kreatif itu
hanya di enterpreneur saja ? ataukah di yang lain juga, namun di mana saja ?
Sebetulnya kreatif itu dibutuhkan oleh setiap individu,
tidak melulu hanya untuk pebisnis, tapi juga untuk berbagai macam hal, jadi
paying besarnya adalah pola piker kreatif itu adalah cara menjawab pertanyaan
yang tidak ada di dalam buku kita. Jadi mulai dari sector pemerintahan, sekotor
militer sampai sector bisnis butuh pemikiran kreatif.
Kenapa kreatif selalu
dikaitkan oleh Jepang, apakah sumber kreatifitas itu banyak dari sana?
Bagaimana dengan kreatifitas di Indonesia sendiri ?
Saya kurang sepakat kalau kreatifitas itu hanya melulu di
Negara Jepang, karena buat saya bahkan di Indonesia sendiri kreatifitas tidak
kalah hebohnya. Salah sato contoh nya saya punya anak magang asli dari Jepang
dia maang setahun di Hello Motion karena dia sendiri melihat bahwa Indonesia
itu unik, Indonesia itu sangat kreatif, dikelilingi oleh orang kreatif dengan
lingkungan kreatif. Maksudnya lingkungan kreatif itu misalnya, Indonesia itu
sebebarnya serba terbatas dari masalah infrastruktur masalah politik dan sebagainya
itu yan membuat kita malah kreatif. Beda ketika saya berkunjung ke Jepang, saya
melihat memang disana infrastrukturnya sudah sangant rapih, jadi memang
outputnya berbeda. Atau misalnya ketika saya bandingkan dengan Inggris, disana
itu bikin t-shirt 1 lusin 5 lusin itu
sudah tidak bisa. Tapi kalau saya bikin tshirt 5 lusin, itu masih bisa di Bandung,
di Jakarta. Jadi di setiap Negara masalahnya berbeda-beda.
Antara creativepreneur dan entrepreneur itu seberapa jauh bedanya, dan apa perbedaannya ?
Munkin buat saya itu masalah bahasa aja ya, kalau
entrepreneur buat saya ini semacam pendidikan politik tapi lebih kearah yang
visual. Jadi bentuk propanganda saya untuk menajak anak muda untuk berbuat
sesuatu, karena biat saya saya memiliki Indonesia walaupun munkin hanya nol
koma nol nol nol sekian persen tahapnya. Tapi ya Indonesia itu adalah rumah
saya. Misal kita punya rumah walaupun ada pembantu ya rasanya kita tetap harus
ingin mempercantik rumah kita, membersihkan sesuatu yang kotor. Nah itu yang
saya lakukan lewat kendaraan yang namanya KDRI.
Bagaimana cara
menggali kreatifitas dalam diri ? dan apa tips trik agar kita selalu jadi orang
yang kreatif ?
Kreatifitas itu teman dekatnya kegagalan. Karena dengan kita
belajar hal yang salah atau gagal, maka kita akan belajar banyak dan melakukan
inovasi terus, dan disitulah terdapat kreatifitas kita.
Pertama, adalah berani bertanya pada diri sendiri,
“bagaimana kalau?”. Jadi kreatif itu harus dijemput, salah satunya dengan
pertanyaan seperti itu. Kedua, rangkul keterbatasan kita. Jadikan keterbatasan
menjadi jalan kita berfikir kreatif mencari ide-ide baru. Ketiga, lakukan hal
spontan. Keempat, rekam dan remix. Saya biasanya setiap hari me remix
desain-desain yang saya lihat di internet dari jam delapan malam sampai jam
sepuluh malam. Yang ke lima, cari duniamu. Seperti saya contohnya yan hobi
dengan dunia animasi, makasaya berkumpulnya dengan pembuat animasi. Keenam,
mampu mengurai sesuatu yang rumit. Ketujuh, berfikir berbagai arah dan out of the box. Dan yang ke delapan,
fleksibel saja.
Bagaimana ide awal
terbentuknya Hello Fest dan Hello Motion ?
Sebenarnya itu berawal dari masalalu saya, saya terinspirasi
dari orangtua saya, yang satu meman dokter dan satulagi yang suka ngirim tenaga
kerja ke hongkong. Disitu saya melihat benang merahnya adalah orang tua saya
sama-sama bekerja untuk kepentingan orang banyak. Dari situ saya dapat
mengambil kesimpulan juga saya ingin bidang yang saya lakukan ini juga bisa
berkontribusi dan bermanfaat bagi orang
banyak . Jadi dengan saya mendirikan institusi pendidikan, harapannya saya bisa
membuat banyak orang yan paham animasi, lalu denan membuat hello fest
harapannya saya bisa memperkenalkan animasi ke dunia. Jadi lebih ke saya inin
berkontribusi bai banyak orang.
Apa pengalaman yang
berkesan ketika menelola keduanya ?
Menurut saya setiap saat berkesan, dimana salah satunya saya
bisa menghidupi tiga belas keluarga, saya bisa mempertahankan ini sampai
sekarang sudah sembilan tahun menurut
saya ini merupakan prestasi yang membanggakan. Namun ada hal yang seperti saya
bisa mewakili Indonesia ke ajang dunia dan memenangkan juara dunia waktu itu
ikut kompetisidari sembilan Negara atas nama hello motion juga, itu juga
merupakan prestasi yang tidak terduga, karena saya juga tidak terlalu bagus
prestasinya secara akademik. Lagi-lagi atas nama Indonesia.
Tantangan terberat
ketika pertama kali membuat hello fest dan hello motion?
Sebenarnya membuatnya itu mudah ya, namun mempertahankannya
yang susah. Jadi buat saya kendala itu saya ubah menjadi tantangan yang harus
saya jawab, karena setiap saat saya harus siap dengan tantangan yang ada. Mulai
dari bagaimana berbisnis animasi, hingga mengatasi AC bocor , satpamya tidak masuk,
karyawannya nakal, itu semua adalah tantanan-tantangan yang harus saya hadapi.
Bagaimana harapannya
mas Wadit untuk anak muda Indonesia kedepannya ?
Harapan saya untuk anak muada, ya simple aja si membangun
Indonesia dengan cara kreatif. Karena semakin lama kita akan menghadapi
tantangan yang tidak pernah kita hadapi sebelumnya. Jadi memang harus siap dan
itu semua harus dimodali dengan pemikiran-pemikiran kreatif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar