Kamis, 28 Agustus 2014

Bertahan Hidup Dengan Kreatifitas


“Buang jauh-jauh jika kalian masih berpikiran bahwa kreatifitas hanya dimiliki oleh orang yang berprofesi seniman. Kreatif adalah hak untuk semuanya, yan kaya, yang miskin, tua, muda, entrepreneur, akuntan, tentara, hingga pengangguran. Jangan merasa bahwa kamu tidak kreatif. Sejatinya kreatifitas sudah mengendap di setiap insan manusia, tetapi malas untuk dikeluarkanatau tidak tahu cara memanggilnya.”


Wahyu Aditya, yang lebih dikenal dengan sapaan Wadit, seorang Digital Artist yang mendefinisikan dirinya sebagai seorang aktivis dalam animasi dan desain. Dia adalah pendiri dari Sekolah HelloMotion untuk Animasi & Kreativitas. Sejak tahun 2004 lulusan HelloMotion sudah  lebih dari 1000 siswa. Waditya juga mendirikan HelloFest, sebuah festival pop culture yang terdiri dari 25 kategori,  salah satunya film pendek dan animasi yang setiap tahun menarik lebih dari 10.000 penonton muda dan profesional, menampilkan setiap tahun lebih dari 250 animasi pendek lokal baru dan bertujuan kembali menampilkan tren animasi internasional untuk mendidik dan menginspirasi animator dan penonton. Selain itu, ia mengembangkan sebuah toko pakaian online bernama KDRI, menjual t shirt nasionalis yang dikombinasikan desain modern dengan sentuhan Indonesia.

         Dengan ketekunannya itu di bidang animasi dan desain dia berhasil meraih banyak penghargaan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, salahsatunya dalam  Asiana Film Festival dan Jakarta International Film Festival pada 2005. Berikut petikan wawancara khusus reporter Manunggal, Irzal Adiakurnia bersama Wahyu Aditya usai mengisi seminar nasional “Enfution” beberapa waktu lalau.


Apa devinisi kreatif menurut mas Wahyu Aditia ?
Buat saya kreatif itu mecam-macam ya, ada yang bilang kreatif itu temannya kegagalan, kreatif itu cara pertahan hidup, kreatif itu cara berfikir yang beda. Jadi memang kita itu mendefinisaikan kreatif berbeda-beda. Tapi buat saya kreatif itu juga modal saya untuk menjawab pertanyaan di masa depan.

Apakah kreatif itu hanya di enterpreneur saja ? ataukah di yang lain juga, namun di mana saja ?
Sebetulnya kreatif itu dibutuhkan oleh setiap individu, tidak melulu hanya untuk pebisnis, tapi juga untuk berbagai macam hal, jadi paying besarnya adalah pola piker kreatif itu adalah cara menjawab pertanyaan yang tidak ada di dalam buku kita. Jadi mulai dari sector pemerintahan, sekotor militer sampai sector bisnis butuh pemikiran kreatif.

Kenapa kreatif selalu dikaitkan oleh Jepang, apakah sumber kreatifitas itu banyak dari sana? Bagaimana dengan kreatifitas di Indonesia sendiri ?
Saya kurang sepakat kalau kreatifitas itu hanya melulu di Negara Jepang, karena buat saya bahkan di Indonesia sendiri kreatifitas tidak kalah hebohnya. Salah sato contoh nya saya punya anak magang asli dari Jepang dia maang setahun di Hello Motion karena dia sendiri melihat bahwa Indonesia itu unik, Indonesia itu sangat kreatif, dikelilingi oleh orang kreatif dengan lingkungan kreatif. Maksudnya lingkungan kreatif itu misalnya, Indonesia itu sebebarnya serba terbatas dari masalah infrastruktur masalah politik dan sebagainya itu yan membuat kita malah kreatif. Beda ketika saya berkunjung ke Jepang, saya melihat memang disana infrastrukturnya sudah sangant rapih, jadi memang outputnya berbeda. Atau misalnya ketika saya bandingkan dengan Inggris, disana itu bikin t-shirt 1 lusin 5 lusin itu sudah tidak bisa. Tapi kalau saya bikin tshirt 5 lusin, itu masih bisa di Bandung, di Jakarta. Jadi di setiap Negara masalahnya berbeda-beda.

Antara creativepreneur dan entrepreneur itu seberapa jauh bedanya, dan apa perbedaannya ?
Munkin buat saya itu masalah bahasa aja ya, kalau entrepreneur buat saya ini semacam pendidikan politik tapi lebih kearah yang visual. Jadi bentuk propanganda saya untuk menajak anak muda untuk berbuat sesuatu, karena biat saya saya memiliki Indonesia walaupun munkin hanya nol koma nol nol nol sekian persen tahapnya. Tapi ya Indonesia itu adalah rumah saya. Misal kita punya rumah walaupun ada pembantu ya rasanya kita tetap harus ingin mempercantik rumah kita, membersihkan sesuatu yang kotor. Nah itu yang saya lakukan lewat kendaraan yang namanya KDRI.

Bagaimana cara menggali kreatifitas dalam diri ? dan apa tips trik agar kita selalu jadi orang yang kreatif ?
Kreatifitas itu teman dekatnya kegagalan. Karena dengan kita belajar hal yang salah atau gagal, maka kita akan belajar banyak dan melakukan inovasi terus, dan disitulah terdapat kreatifitas kita.
Pertama, adalah berani bertanya pada diri sendiri, “bagaimana kalau?”. Jadi kreatif itu harus dijemput, salah satunya dengan pertanyaan seperti itu. Kedua, rangkul keterbatasan kita. Jadikan keterbatasan menjadi jalan kita berfikir kreatif mencari ide-ide baru. Ketiga, lakukan hal spontan. Keempat, rekam dan remix. Saya biasanya setiap hari me remix desain-desain yang saya lihat di internet dari jam delapan malam sampai jam sepuluh malam. Yang ke lima, cari duniamu. Seperti saya contohnya yan hobi dengan dunia animasi, makasaya berkumpulnya dengan pembuat animasi. Keenam, mampu mengurai sesuatu yang rumit. Ketujuh, berfikir berbagai arah dan out of the box. Dan yang ke delapan, fleksibel saja.

Bagaimana ide awal terbentuknya Hello Fest dan Hello Motion ?
Sebenarnya itu berawal dari masalalu saya, saya terinspirasi dari orangtua saya, yang satu meman dokter dan satulagi yang suka ngirim tenaga kerja ke hongkong. Disitu saya melihat benang merahnya adalah orang tua saya sama-sama bekerja untuk kepentingan orang banyak. Dari situ saya dapat mengambil kesimpulan juga saya ingin bidang yang saya lakukan ini juga bisa berkontribusi dan  bermanfaat bagi orang banyak . Jadi dengan saya mendirikan institusi pendidikan, harapannya saya bisa membuat banyak orang yan paham animasi, lalu denan membuat hello fest harapannya saya bisa memperkenalkan animasi ke dunia. Jadi lebih ke saya inin berkontribusi bai banyak orang.

Apa pengalaman yang berkesan ketika menelola keduanya ?
Menurut saya setiap saat berkesan, dimana salah satunya saya bisa menghidupi tiga belas keluarga, saya bisa mempertahankan ini sampai sekarang sudah sembilan  tahun menurut saya ini merupakan prestasi yang membanggakan. Namun ada hal yang seperti saya bisa mewakili Indonesia ke ajang dunia dan memenangkan juara dunia waktu itu ikut kompetisidari sembilan Negara atas nama hello motion juga, itu juga merupakan prestasi yang tidak terduga, karena saya juga tidak terlalu bagus prestasinya secara akademik. Lagi-lagi atas nama Indonesia.

Tantangan terberat ketika pertama kali membuat hello fest dan hello motion?
Sebenarnya membuatnya itu mudah ya, namun mempertahankannya yang susah. Jadi buat saya kendala itu saya ubah menjadi tantangan yang harus saya jawab, karena setiap saat saya harus siap dengan tantangan yang ada. Mulai dari bagaimana berbisnis animasi, hingga mengatasi AC bocor , satpamya tidak masuk, karyawannya nakal, itu semua adalah tantanan-tantangan yang harus saya hadapi.

Bagaimana harapannya mas Wadit untuk anak muda Indonesia kedepannya ?

Harapan saya untuk anak muada, ya simple aja si membangun Indonesia dengan cara kreatif. Karena semakin lama kita akan menghadapi tantangan yang tidak pernah kita hadapi sebelumnya. Jadi memang harus siap dan itu semua harus dimodali dengan pemikiran-pemikiran kreatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar